Delapantour.com – Pasuruan, Jawa Timur, kabar wisata Bromo kembali dibuka pada Sabtu, 19 September 2026, membuat saya kembali teringat pada suasana perjalanan menuju kawasan pegunungan yang selalu menawarkan pengalaman berbeda. Setelah penutupan akibat kebakaran hutan dan lahan, pembukaan kembali ini membawa kabar penting bagi wisatawan dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.
Saya melihat Gunung Bromo bukan sekadar tujuan perjalanan. Kawasan ini juga menghadirkan pengalaman menikmati alam, udara pegunungan, serta pemandangan yang sulit dilupakan. Karena itu, kabar pembukaan kembali Bromo terasa penting bagi siapa pun yang sudah merencanakan perjalanan ke Jawa Timur.
Namun, pembukaan kawasan wisata tentu perlu berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pengalaman perjalanan ke Bromo bagi saya selalu mengingatkan bahwa keindahan alam membutuhkan perhatian dari wisatawan, pelaku usaha, dan semua pihak yang berada di kawasan tersebut.
Wisata Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS membuka kembali kawasan wisata Gunung Bromo mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 00.01 WIB. Keputusan tersebut muncul setelah penanganan kebakaran hutan dan lahan selesai serta pihak pengelola melakukan peninjauan kondisi kawasan.
Sebelumnya, TNBTS menutup seluruh kunjungan wisata mulai 12 September 2026. Penutupan tersebut berkaitan dengan kebakaran yang melanda kawasan kaldera Bromo sejak 10 September 2026. Langkah itu bertujuan menjaga keselamatan wisatawan selama proses penanganan berlangsung.
Kemudian, pengelola mempertimbangkan beberapa aspek sebelum membuka kembali kawasan. Aspek tersebut mencakup keselamatan, daya dukung kawasan, keberlanjutan aktivitas wisata, serta keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat dan pelaku jasa wisata.
Pengalaman Melihat Kembali Ramainya Aktivitas Wisata
Bagi saya, perjalanan ke Bromo selalu memiliki cerita tersendiri. Setiap perjalanan menuju kawasan pegunungan menghadirkan suasana yang berbeda. Jalan yang berkelok, udara yang semakin dingin, serta pemandangan alam membuat perjalanan terasa menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.
Selain itu, keberadaan pelaku usaha lokal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan wisata. Sopir jip, pengemudi ojek, pedagang, dan berbagai pelaku jasa wisata ikut merasakan dampak ketika kawasan Bromo tutup. Karena itu, pembukaan kembali kawasan juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Pada 18 September 2026, sekitar 300 warga melakukan aksi penyampaian aspirasi di pintu masuk TNBTS, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Peserta aksi terdiri atas sopir jip, tukang ojek, hingga pedagang lokal yang meminta kawasan wisata segera dibuka kembali.
Namun, saya melihat pembukaan kembali tetap harus berjalan dengan tanggung jawab. Wisatawan perlu mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga kondisi lingkungan selama menikmati kawasan Bromo.
Pengalaman Wisata Mengajarkan Pentingnya Menjaga Alam
Perjalanan ke kawasan alam selalu mengajarkan saya untuk lebih menghargai lingkungan. Gunung, padang savana, lautan pasir, dan kawasan sekitarnya bukan sekadar latar untuk berfoto. Semua itu merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dijaga bersama.
Karena itu, TNBTS mengingatkan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pengunjung juga perlu menghindari pembuatan perapian dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, wisatawan diminta segera melapor kepada petugas jika menemukan asap, bara, titik api, atau kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah sederhana tersebut dapat membantu petugas merespons gangguan lingkungan dengan lebih cepat.
Menurut saya, aturan seperti itu bukan sekadar larangan. Aturan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang bertanggung jawab. Dengan demikian, wisatawan tetap bisa menikmati perjalanan tanpa mengabaikan keselamatan kawasan.
Tiket Bromo untuk Wisatawan yang Sudah Memesan
Bagi wisatawan yang sudah memiliki tiket kunjungan untuk periode 19 sampai 30 September 2026, TNBTS menyatakan tiket tersebut tetap berlaku sesuai tanggal yang tercantum. Wisatawan tidak perlu membeli tiket baru.
Namun, tiket tersebut tidak dapat dijadwalkan ulang atau dikembalikan. Ketentuan ini menjadi hal penting bagi wisatawan yang sebelumnya sudah merencanakan perjalanan ke Bromo pada periode pembukaan kembali.
Sementara itu, TNBTS mencatat sekitar 200 transaksi kelompok wisata telah mengajukan pengembalian dana atau penjadwalan ulang karena penutupan pada 12 sampai 18 September 2026. Setiap kelompok rata-rata terdiri atas empat sampai enam orang.
TNBTS juga mencatat perkiraan kunjungan sebanyak 2.429 wisatawan untuk periode tersebut. Sementara itu, kuota kunjungan harian mencapai 2.752 orang.
Pelajaran dari Perjalanan ke Bromo
Pengalaman wisata Bromo membuat saya semakin memahami bahwa perjalanan bukan hanya soal mencapai tujuan. Perjalanan juga memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana alam dan kehidupan masyarakat saling berkaitan.
Pembukaan kembali Bromo menunjukkan bahwa kegiatan wisata membutuhkan keseimbangan. Pengelola harus memperhatikan keselamatan kawasan, sedangkan wisatawan perlu menaati aturan yang berlaku. Di sisi lain, masyarakat sekitar juga membutuhkan keberlanjutan aktivitas wisata untuk mendukung kehidupan ekonomi mereka.
Terlebih lagi, pengalaman setelah kebakaran mengingatkan saya bahwa kawasan wisata alam memiliki risiko yang harus kita hormati. Karena itu, setiap pengunjung perlu membawa sikap hati-hati ketika menikmati keindahan Bromo.
Akhirnya, saya memandang perjalanan ke Bromo sebagai kesempatan untuk menikmati alam sekaligus belajar menjaganya. Keindahan kawasan akan terasa lebih bermakna ketika wisatawan ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestariannya.
Kesimpulan
Wisata Bromo kembali dibuka mulai 19 September 2026 pukul 00.01 WIB setelah TNBTS menyatakan kawasan tersebut dapat menerima wisatawan kembali. Keputusan itu mempertimbangkan keselamatan, kondisi kawasan, daya dukung, aktivitas wisata, serta keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat.
Bagi saya, kabar tersebut membuka kembali kesempatan untuk menikmati perjalanan ke salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik kuat. Namun, setiap perjalanan harus tetap mengutamakan keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, pembukaan Bromo bukan hanya menjadi kabar bagi wisatawan. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa keindahan alam membutuhkan tanggung jawab bersama agar tetap dapat dinikmati dalam perjalanan berikutnya.
FAQ Wisata Bromo
Kapan wisata Bromo kembali dibuka?
TNBTS membuka kembali kawasan wisata Gunung Bromo pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 00.01 WIB.
Mengapa kawasan Bromo sempat ditutup?
TNBTS menutup kawasan Bromo karena kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan tersebut. Penutupan berlangsung sejak 12 September 2026 untuk mendukung penanganan kebakaran dan menjaga keselamatan wisatawan.
Apakah tiket Bromo yang sudah dibeli masih berlaku?
Ya. Tiket kunjungan untuk periode 19 sampai 30 September 2026 tetap berlaku sesuai tanggal yang tercantum. Wisatawan tidak perlu membeli tiket baru.
Apa yang perlu diperhatikan wisatawan saat berkunjung?
Wisatawan perlu mematuhi ketentuan kunjungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pengunjung juga perlu segera melapor kepada petugas jika menemukan asap, bara, atau titik api.








