Delapantour.com – Jakarta, Sungai Kapuas menyusut drastis akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi ini membuat dasar sungai muncul ke permukaan dan membentuk hamparan pasir luas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Fenomena tersebut terlihat, antara lain, di Kabupaten Sekadau. Bagian sungai yang biasanya dipenuhi air kini menyisakan aliran lebih sempit dengan hamparan pasir di sekitarnya.
Pemandangan tidak biasa itu menarik perhatian masyarakat. Warga berdatangan untuk melihat langsung perubahan wajah Sungai Kapuas dan menjadikan hamparan pasir tersebut sebagai tempat rekreasi sementara.
Sungai Kapuas Menyusut akibat Kemarau Panjang
Penyusutan debit Sungai Kapuas berkaitan erat dengan musim kemarau yang berlangsung panjang. Minimnya curah hujan membuat pasokan air ke sungai berkurang sehingga permukaan air turun secara signifikan.
Di sejumlah titik Kabupaten Sekadau, kondisi itu bahkan membuat dasar sungai terlihat jelas. Aliran air yang semakin sempit memperlihatkan bagian sungai yang biasanya berada di bawah permukaan.
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Selain itu, sungai ini menjadi jalur penting bagi masyarakat serta aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat.
Karena itu, perubahan debit air tidak hanya mengubah pemandangan. Kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan masyarakat yang bergantung pada jalur transportasi sungai.
Hamparan Pasir Menjadi Wisata Dadakan
Surutnya air membuat dasar Sungai Kapuas muncul sebagai hamparan pasir yang cukup luas. Pemandangan tersebut terlihat di kawasan Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.
Bentuk hamparan pasir yang menyerupai pantai membuat lokasi itu menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat datang bersama keluarga untuk menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
Sebagian pengunjung duduk santai, membawa makanan, berfoto, dan menikmati pemandangan matahari terbenam. Warga juga membawa tikar untuk makan bersama di kawasan pasir yang muncul akibat surutnya air sungai.
“Rasanya seperti di pantai di Singkawang. Ramai untuk menikmati pemandangan dan foto-foto. Banyak yang bawa tikar untuk makan bersama,” kata Ridwan, salah seorang pengunjung, Kamis (3/9/2026) sore.
Fenomena tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Perubahan itu memperlihatkan wajah Sungai Kapuas yang berbeda dari kondisi biasanya.
Alur Dangkal Mengganggu Transportasi Sungai
Dampak lain dari penyusutan debit air terlihat pada aktivitas transportasi sungai. Alur yang menjadi dangkal membuat tongkang terjebak dan menghambat pergerakan di jalur air.
Situasi ini menunjukkan bahwa kemarau panjang membawa persoalan yang lebih luas daripada sekadar perubahan bentang alam. Ketika permukaan air turun, aktivitas yang mengandalkan Sungai Kapuas ikut menghadapi gangguan.
Surutnya sungai juga mulai memunculkan persoalan terkait ketersediaan air bersih di Pontianak. Dengan demikian, kondisi tersebut menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus aktivitas transportasi sungai.
Di satu sisi, kemunculan hamparan pasir memberikan pemandangan baru yang menarik perhatian warga. Di sisi lain, penyusutan debit air memperlihatkan dampak kemarau panjang terhadap fungsi penting Sungai Kapuas.
Perubahan kondisi sungai di Kalimantan Barat itu menjadi perhatian masyarakat karena Sungai Kapuas memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas ekonomi. Pemandangan yang tampak seperti kawasan pantai hanya menjadi salah satu sisi dari fenomena tersebut.
Sementara itu, gangguan terhadap transportasi sungai dan persoalan ketersediaan air bersih menunjukkan sisi lain yang lebih serius. Karena itu, kondisi Sungai Kapuas yang menyusut tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga memperlihatkan dampak kemarau panjang bagi masyarakat di sekitarnya.




