Pemesanan Tembus 2.000 Unit, BYD Racco Siap Keluar Jepang

Bagikan artikel
WhatsApp Facebook

delapantour.com – Jakarta, BYD Racco resmi disiapkan untuk dipasarkan di luar Jepang. Mobil listrik berjenis kei car ini mulai membuka peluang ekspansi ke sejumlah negara dengan konfigurasi setir kanan, setelah mencatat pemesanan lebih dari 2.000 unit sejak diluncurkan di Jepang.

Makau menjadi salah satu pasar yang sudah membuka keran pemesanan. Sementara itu, peluncuran resmi di Sri Lanka dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober mendatang. BYD juga menyatakan masih mengevaluasi dan mempelajari permintaan terhadap Racco di luar Jepang.

Langkah tersebut menandai rencana BYD membawa model yang dirancang mengikuti selera pasar Jepang ke kawasan lain. Indonesia termasuk negara yang berpeluang menjadi tujuan, meski BYD belum memastikan rencana penjualannya di Tanah Air.

BYD Racco mulai dipasarkan di luar Jepang

BYD Racco lebih dulu debut di Jepang sebagai upaya perusahaan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen di pasar tersebut. Model ini disebut sebagai kei car pertama yang dibuat pabrikan Tiongkok dan berhasil menarik perhatian di Jepang.

Sejak peluncurannya sekitar dua bulan sebelum laporan ini, jumlah pemesanan Racco telah melampaui 2.000 unit. Angka tersebut menjadi salah satu penanda tingginya minat konsumen Jepang terhadap model listrik mungil tersebut, meskipun belum ada rincian lebih lanjut mengenai distribusi atau jumlah unit yang telah dikirimkan.

Jumlah pemesanan itu perlu dibedakan dari angka penjualan atau pengiriman. Informasi yang tersedia menunjukkan adanya permintaan awal, tetapi belum menjelaskan berapa banyak kendaraan yang sudah diterima pelanggan. Karena itu, capaian tersebut memberi gambaran mengenai respons pasar Jepang tanpa menjadi kepastian tentang kinerja Racco di negara lain.

Mengutip Carnewschina, BYD akan menyasar negara dengan konfigurasi setir kanan atau right-hand drive (RHD). Perusahaan memprioritaskan pasar dengan konfigurasi tersebut untuk tahap ekspansi berikutnya, tetapi tetap menilai permintaan di setiap negara sebelum mengambil keputusan.

Prioritas terhadap negara setir kanan menjadi dasar arah ekspansi yang tengah dibahas. Meski begitu, kesamaan konfigurasi setir saja belum memastikan sebuah negara akan menjadi lokasi penjualan. BYD masih perlu mempertimbangkan respons dan peluang permintaan di masing-masing pasar, sehingga sejumlah rencana tetap berada pada tahap evaluasi.

Selain Makau dan Sri Lanka, Hong Kong serta Inggris turut masuk dalam daftar pasar yang dipertimbangkan. Australia juga menjadi salah satu kemungkinan tujuan, seiring permintaan mobil listrik di negara itu yang disebut sedang tumbuh di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak.

Inggris dan Australia masuk dalam pertimbangan

Rencana untuk Inggris berpotensi memerlukan penyesuaian pada jantung pacu Racco. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan upaya menyamai model lain di kelasnya, yakni kei car Honda N-One. Namun, belum ada kepastian mengenai bentuk ubahan maupun keputusan BYD untuk menjual Racco di Inggris.

Dengan demikian, Inggris masih menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan, bukan tujuan yang sudah diumumkan secara resmi. Kemungkinan penyesuaian pada jantung pacu juga belum disertai keterangan tentang rincian teknisnya. Informasi yang ada baru menunjukkan bahwa BYD mempertimbangkan kesesuaian Racco dengan model pembanding di kelas tersebut.

Australia juga disebut sebagai pasar yang sedang dipertimbangkan. Pertumbuhan permintaan mobil listrik di sana menjadi salah satu latar yang diperhatikan BYD, terutama ketika harga bahan bakar minyak meningkat. Informasi tersebut belum berarti Racco telah dipastikan masuk ke negara itu.

Perbedaan status antara pasar yang telah membuka pemesanan, pasar dengan jadwal peluncuran, dan negara yang masih dipertimbangkan penting untuk dicermati. Makau dan Sri Lanka disebut sebagai tujuan awal, sedangkan Inggris dan Australia belum memiliki kepastian waktu pemasaran Racco.

Menariknya, Tiongkok justru tidak termasuk negara yang dipertimbangkan untuk menjadi pasar Racco. Segmen mobil listrik mungil di negara tersebut telah diisi produk lain dengan harga kompetitif, termasuk Changan Lumin dan Wuling Mini EV.

Peluang BYD Racco masuk Indonesia masih dikaji

BYD Indonesia tidak menutup kemungkinan membawa Racco ke Tanah Air. Namun, perusahaan menilai perlu melakukan studi lebih lanjut karena kei car belum pernah dijual secara resmi di dalam negeri. Dengan demikian, peluang tersebut masih berupa pertimbangan dan belum menjadi pengumuman peluncuran.

Studi tersebut menjadi tahap yang perlu ditempuh sebelum BYD menetapkan langkah untuk Indonesia. Perusahaan belum menyampaikan keputusan akhir atau jadwal pemasaran. Pernyataan bahwa model ini mungkin dibawa ke Tanah Air menunjukkan adanya peluang, tetapi bukan konfirmasi bahwa pemesanan maupun penjualan akan segera dimulai.

“(Racco) buatan BYD langsung, sangat mungkin untuk dibawa ke Indonesia,” kata Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia, beberapa waktu lalu. Ia juga menjelaskan bahwa Racco memantik antusiasme konsumen yang cukup tinggi sejak meluncur di Jepang.

Jika kelak dipasarkan di Indonesia, Racco akan menjadi kei car bertenaga listrik pertama yang dijual kepada pelanggan di Tanah Air. Namun, realisasi rencana itu masih bergantung pada hasil studi BYD serta penilaian terhadap peluang pasar. Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa konsumen Indonesia dapat memesan model tersebut.

Situasi di Indonesia berbeda dengan Makau yang telah membuka pemesanan dan Sri Lanka yang memiliki jadwal peluncuran. Di Tanah Air, pembahasan masih berkaitan dengan studi lebih lanjut, terutama karena kei car belum pernah dijual secara resmi. Karena itu, kemungkinan masuknya Racco tetap perlu dipahami sebagai peluang yang sedang dinilai.

Untuk saat ini, fokus ekspansi BYD Racco berada pada negara-negara setir kanan. Makau telah membuka pemesanan dan Sri Lanka dijadwalkan menjadi pasar berikutnya, sementara sejumlah negara lain masih berada dalam tahap pertimbangan. Indonesia termasuk di antaranya, tetapi keputusan penjualan masih menunggu kajian BYD.

Kategori:
Tags:
JELAJAHI INDONESIA

Booking Paket Wisata

Sudah punya tujuan liburan? Ceritakan rencana perjalanan Anda dan tim kami akan membantu menyiapkan pilihan yang sesuai.

Booking sekarang
Sewa Bus Pariwisata Delapan Tour, Harga Lebih Terjangkau Per Hari dengan Fasilitas Lengkap

Sewa Bus Pariwisata Delapan Tour, Harga Lebih Terjangkau Per Hari dengan Fasilitas Lengkap

Kunjungi Artikel