DelapanTour.comDelapanTour.com
Home / Wisata / Wisatawan Mancanegara Didorong Jelajahi Indonesia Lebih Dalam

Wisatawan Mancanegara Didorong Jelajahi Indonesia Lebih Dalam

Konsep Otomatis
Ilustrasi: Konsep Otomatis

Delapantour.com – Jakarta, wisatawan mancanegara kini didorong untuk menjelajahi Indonesia lebih dalam melalui pariwisata berbasis pengalaman. Pendekatan ini tidak hanya mengajak wisatawan datang ke sebuah destinasi, tetapi juga menikmati pengalaman yang autentik, personal, dan lebih bermakna.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. Selain itu, pemerintah ingin manfaat kegiatan pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai daerah.

Karena itu, pengembangan pariwisata kini tidak hanya melihat jumlah wisatawan yang datang. Kualitas perjalanan, lama tinggal, jumlah tempat yang dikunjungi, serta penggunaan produk dan layanan lokal juga menjadi bagian dari perhatian.

Wisatawan Mancanegara Didorong Mencari Pengalaman

Ni Luh menjelaskan bahwa kekayaan destinasi, budaya, dan keramahan masyarakat Indonesia perlu diterjemahkan menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai lebih bagi wisatawan mancanegara. Dengan pendekatan tersebut, perjalanan tidak berhenti pada kunjungan ke objek wisata populer.

Sebaliknya, wisatawan dapat menikmati lebih banyak aktivitas yang memperkenalkan karakter daerah. Misalnya, mereka dapat menggabungkan kegiatan budaya, kuliner, wisata bahari, hingga perjalanan berjalan kaki untuk mengenal lingkungan sekitar secara lebih dekat.

Selain itu, pendekatan berbasis pengalaman juga diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama. Mereka juga berpeluang menjelajahi lebih banyak tempat dan menggunakan lebih banyak produk serta layanan yang tersedia di destinasi.

Program Go Beyond Ordinary Perkuat Pengalaman Wisata

Kementerian Pariwisata menempatkan pendekatan tersebut sebagai salah satu fokus program Go Beyond Ordinary. Program ini mengarahkan pemasaran pariwisata tidak hanya pada nama destinasi, tetapi juga pada pengalaman yang dapat wisatawan temukan selama perjalanan.

Sementara itu, pendekatan tersebut juga dapat diterapkan pada sektor MICE. Peserta konferensi atau pertemuan dapat melanjutkan agenda utama dengan menikmati kuliner, mengunjungi atraksi, atau mengikuti kegiatan wisata yang memperkenalkan budaya dan karakter daerah tempat acara berlangsung.

Dengan demikian, kegiatan wisata dapat menyebar lebih luas. Daerah juga memiliki peluang untuk menawarkan pengalaman yang lebih beragam sesuai potensi alam, budaya, seni, dan kehidupan masyarakat setempat.

Gen Z Menjadi Pasar Penting Wisata Pengalaman

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan minat terhadap wisata pengalaman semakin terlihat pada wisatawan berusia muda. Dalam paparannya pada Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027, sekitar 52 persen wisatawan Gen Z melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman.

Karena itu, potensi daerah dapat dirangkai menjadi kegiatan wisata yang menarik bagi kelompok tersebut. Seni dan budaya, misalnya, dapat dipadukan dengan wastra, wisata bahari, hingga walking tour.

Ni Made juga mendorong pengembangan wisata non-konvensional atau non-ordinary. Pendekatan itu bertujuan membuat aktivitas pariwisata tersebar lebih banyak dan tidak hanya bertumpu pada destinasi tertentu.

MaiA Hadir untuk Membantu Wisatawan

Untuk menjangkau wisatawan Gen Z, Kementerian Pariwisata juga memanfaatkan MaiA atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia di indonesia.travel. Asisten tersebut hadir sebagai bagian dari pendekatan Tourism 5.0.

MaiA menemani wisatawan dalam beberapa tahapan perjalanan. Tahapan tersebut mencakup dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing.

Selain itu, MaiA mendukung 19 bahasa asing. Informasinya mencakup destinasi, aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, dan produk wisata.

Pelaku industri wisata juga dapat memasukkan pengalaman yang mereka tawarkan ke dalam platform tersebut. Dengan cara itu, wisatawan dapat menemukan pengalaman lokal ketika mencari jenis perjalanan tertentu.

Pemasaran Tidak Lagi Hanya Menjual Destinasi

Perubahan pendekatan tersebut menunjukkan arah pemasaran pariwisata yang semakin menekankan pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga aktivitas yang dapat memberikan pengalaman berbeda selama perjalanan.

Namun, pengalaman tersebut tetap membutuhkan dukungan dari berbagai unsur pariwisata. Destinasi, pelaku usaha, masyarakat, serta penyedia layanan wisata memiliki peran dalam menghadirkan aktivitas yang sesuai dengan karakter daerah.

Terlebih lagi, keberagaman Indonesia memberi ruang bagi pengembangan pengalaman wisata yang berbeda di setiap daerah. Alam, budaya, kuliner, seni, dan aktivitas masyarakat dapat menjadi bagian dari perjalanan wisatawan.

Pada akhirnya, dorongan agar wisatawan mancanegara menjelajahi Indonesia lebih dalam menempatkan pengalaman sebagai bagian penting dari perjalanan. Pendekatan ini juga membuka peluang agar manfaat pariwisata menjangkau lebih banyak daerah dan masyarakat.

Dengan strategi tersebut, perjalanan wisata dapat berkembang dari sekadar kunjungan menjadi pengalaman yang lebih beragam. Wisatawan pun memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal destinasi, aktivitas, budaya, serta kehidupan masyarakat Indonesia secara lebih dekat.

Bagikan

Pajero Terbaru dan Everest Tawarkan Dua Arah SUV 7 Penumpang

Pajero Terbaru dan Everest Tawarkan Dua Arah SUV 7 Penumpang

Kunjungi Artikel