Delapantour.com – Universiti Teknologi Malaysia, prestasi mahasiswa FKIP Unila dalam 3rd International Innovation and Action Research Competition (i-iARC) 2026 menarik perhatian karena menghadirkan tiga capaian penghargaan dari dua karya inovasi. Capaian tersebut mencakup Gold Medal, Best Poster Award, dan Silver Medal.
Menurut saya, prestasi mahasiswa FKIP Unila ini tidak hanya layak dipandang sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, capaian tersebut dapat menjadi gambaran tentang pentingnya keberanian mahasiswa untuk membawa gagasan pendidikan dan sains ke ruang yang lebih luas.
Namun, penghargaan bukanlah satu-satunya hal yang penting. Proses melahirkan gagasan, mengembangkan inovasi, serta berani memperkenalkannya dalam ajang internasional juga memiliki nilai yang besar bagi perjalanan akademik mahasiswa.
Prestasi Mahasiswa FKIP Unila Menunjukkan Keberanian Berinovasi
Fakta yang terlihat dari capaian tersebut cukup jelas. Meta Dia Febriska, mahasiswa MTP, meraih Gold Medal sekaligus Best Poster Award melalui karya berjudul “The Missing Scientist: An Evidence-Gated Mystery With Progressive CER Scaffolding”.
Sementara itu, Muhammad Luthfi Handoko dari S1 Pendidikan Kimia dan Liska Handayani dari S1 Pendidikan Biologi meraih Silver Medal. Keduanya membawa karya berjudul “Microplast-X: A Portable Chemistry-Biology STEM Learning System For Microplastic Investigation And Engineering”.
Dari dua karya tersebut, terlihat dua pendekatan yang berbeda. Karya Meta Dia Febriska mengangkat pendekatan pembelajaran melalui misteri berbasis bukti. Sementara itu, karya Muhammad Luthfi Handoko dan Liska Handayani menggabungkan bidang kimia dan biologi melalui pembelajaran STEM untuk investigasi mikroplastik.
Menurut pandangan saya, keberagaman gagasan tersebut justru menjadi bagian menarik dari capaian mahasiswa. Inovasi tidak harus hadir dalam satu bentuk. Setiap mahasiswa dapat mengembangkan gagasan sesuai bidang dan persoalan yang mereka angkat.
Kompetisi Internasional Bukan Sekadar Mengejar Medali
Medali tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, melihat kompetisi internasional hanya dari jumlah penghargaan berpotensi membuat makna pengalaman mahasiswa menjadi lebih sempit.
Menurut saya, pengalaman membawa karya ke ajang internasional memiliki nilai yang tidak kalah penting. Mahasiswa mendapat ruang untuk memperkenalkan gagasan mereka dalam lingkungan kompetisi yang lebih luas.
Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi dapat mendorong mahasiswa untuk melihat kembali gagasan yang mereka miliki. Sebuah inovasi membutuhkan keberanian untuk diuji, dipresentasikan, dan terus dikembangkan.
Karena itu, capaian dalam i-iARC 2026 sebaiknya tidak berhenti pada perayaan penghargaan. Semangat inovasi juga perlu terus tumbuh setelah kompetisi berakhir.
Mengapa Prestasi Ini Penting bagi Mahasiswa Lain?
Prestasi tiga mahasiswa tersebut dapat menjadi contoh bahwa gagasan dari lingkungan pendidikan dapat berkembang menjadi karya yang tampil dalam kompetisi internasional. Namun, setiap mahasiswa tetap membutuhkan proses dan kesempatan untuk menemukan gagasannya sendiri.
Di sisi lain, mahasiswa tidak perlu menunggu memiliki gagasan yang sempurna untuk mulai berkarya. Ide dapat berkembang melalui proses belajar, diskusi, penelitian, dan keberanian untuk mencoba.
Terlebih lagi, dua karya yang meraih penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi dapat berangkat dari persoalan yang berbeda. Pendekatan pembelajaran dan isu mikroplastik menjadi contoh bidang yang dapat mahasiswa eksplorasi melalui karya masing-masing.
Dengan demikian, prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat. Bukan untuk membandingkan satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, melainkan untuk mendorong lebih banyak mahasiswa agar berani menghasilkan karya dan memperkenalkan gagasannya.
Dukungan terhadap Budaya Berkarya Perlu Terus Tumbuh
Menurut saya, prestasi mahasiswa akan memiliki dampak yang lebih luas ketika budaya berkarya terus tumbuh. Penghargaan memang memberikan apresiasi, tetapi keberlanjutan inovasi membutuhkan semangat untuk terus mencoba.
Selain itu, mahasiswa perlu melihat kegagalan maupun tantangan sebagai bagian dari proses. Tidak semua gagasan langsung menghasilkan penghargaan. Meski begitu, setiap proses dapat memberikan pengalaman yang berguna untuk pengembangan karya berikutnya.
Pada saat yang sama, capaian internasional seperti ini dapat membuka ruang kebanggaan bagi lingkungan akademik. Namun, kebanggaan tersebut sebaiknya berjalan bersama dorongan untuk terus melahirkan karya baru.
Akhirnya, Gold Medal dan Best Poster Award yang diraih Meta Dia Febriska serta Silver Medal yang diraih Muhammad Luthfi Handoko dan Liska Handayani menjadi capaian penting dalam i-iARC 2026. Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkarya di tingkat internasional.
Kesimpulan
Menurut sudut pandang saya, prestasi mahasiswa FKIP Unila di i-iARC 2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perolehan medali. Capaian tersebut menunjukkan adanya keberanian mahasiswa membawa gagasan dalam kompetisi internasional.
Oleh karena itu, semangat utama yang dapat diambil ialah keberanian untuk terus belajar, menciptakan gagasan, dan mengembangkan karya. Prestasi hari ini dapat menjadi pemantik bagi lahirnya inovasi berikutnya.
FAQ
Apa saja prestasi yang diraih mahasiswa FKIP Unila?
Mahasiswa FKIP Unila meraih Gold Medal, Best Poster Award, dan Silver Medal dalam 3rd International Innovation and Action Research Competition 2026.
Siapa yang meraih Gold Medal dan Best Poster Award?
Meta Dia Febriska, mahasiswa MTP, meraih Gold Medal sekaligus Best Poster Award melalui karya “The Missing Scientist: An Evidence-Gated Mystery With Progressive CER Scaffolding”.
Siapa yang meraih Silver Medal?
Muhammad Luthfi Handoko dari S1 Pendidikan Kimia dan Liska Handayani dari S1 Pendidikan Biologi meraih Silver Medal melalui karya “Microplast-X: A Portable Chemistry-Biology STEM Learning System For Microplastic Investigation And Engineering”.
Apa makna prestasi tersebut bagi mahasiswa lain?
Prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan, berinovasi, dan berkarya hingga tingkat internasional.




