Delapantour.com – Jakarta, PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimistis KPR tenor 40 tahun dapat mendorong daya beli masyarakat melalui cicilan yang lebih ringan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyatakan, tenor yang lebih panjang akan menurunkan besaran angsuran. Dengan begitu, masyarakat dinilai memiliki kemampuan lebih besar untuk membeli rumah.
Meski demikian, BTN belum membuka pengajuan program tersebut. Bank masih menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera dan ketentuan lain yang diperlukan agar program dapat berjalan.
KPR tenor 40 tahun ditujukan bagi pembeli rumah pertama
Nixon menjelaskan, calon penerima program wajib berstatus sebagai pembeli rumah pertama. Masyarakat yang sudah memiliki rumah atas nama pribadi tidak dapat menikmati fasilitas KPR dengan tenor tersebut.
Syarat itu membuat program ini secara khusus menyasar warga Indonesia yang belum memiliki rumah. BTN meyakini banyak calon pembeli akan tertarik setelah program resmi dibuka.
Pemerintah dorong akses hunian dengan cicilan panjang
Program tenor panjang menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong daya beli rumah. Skema tersebut diharapkan mengurangi beban cicilan, terutama bagi masyarakat yang kemampuan angsurannya terbatas.
Sebelumnya, pemerintah bersama PT KAI melakukan peletakan batu pertama pembangunan 3.784 unit rumah susun. Hunian itu diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta.
Rusun MBR juga menggunakan tenor hingga 40 tahun
Rusun tersebut menyasar MBR dengan penghasilan di bawah Rp12 juta bagi warga lajang dan Rp14 juta bagi warga yang sudah menikah. Pemerintah menyediakan skema KPR bersubsidi dengan uang muka satu persen serta tenor hingga 40 tahun.
Namun, masyarakat tetap perlu menunggu aturan resmi sebelum mengajukan KPR tenor 40 tahun. Ketentuan pelaksanaan akan menjadi dasar bagi bank dan calon debitur dalam mengikuti program tersebut.




