Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Glow in the Dark, 1.100 Penari Siap Meriahkan Banyuwangi

Bagikan artikel
WhatsApp Facebook

DelapanTour.com – Banyuwangi bersiap menghadirkan pengalaman wisata budaya yang berbeda melalui Gandrung Sewu 2026. Festival tari kolosal khas Banyuwangi ini akan berlangsung pada malam hari dengan konsep Glow in the Dark di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada 24 Oktober 2026.

Perhelatan yang memasuki tahun ke-14 ini mengusung pendekatan baru untuk menarik perhatian wisatawan. Selain menghadirkan pertunjukan kolosal, penyelenggara juga ingin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya tarik hingga tingkat internasional.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadwalkan rangkaian Gandrung Sewu 2026 pada 22-24 Oktober. Dalam penyelenggaraannya, pemerintah daerah menggandeng InJourney untuk mengembangkan festival sekaligus memperluas dampaknya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Glow in the Dark

Perubahan waktu pertunjukan menjadi salah satu pembaruan utama Gandrung Sewu tahun ini. Jika sebelumnya penari tampil pada sore hari, kali ini penonton dapat menikmati pertunjukan dalam suasana malam yang menghadirkan nuansa visual berbeda.

Melalui konsep Glow in the Dark, penyelenggara ingin memberikan pengalaman baru bagi pengunjung. Perpaduan suasana malam, tata cahaya, dan gerakan ribuan penari diharapkan menciptakan pertunjukan yang berkesan di kawasan Pantai Boom Marina.

Selain menawarkan pengalaman berbeda, perubahan konsep tersebut juga membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak wisatawan. Banyuwangi ingin memperkenalkan kekayaan budayanya kepada pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Gandrung Sewu memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi lokal. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Gandrung Sewu di Panggung Budaya TMII, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026).

“Gandrung Sewu bukan hanya bicara tentang bagaimana penari gandrung kolosal ditampilkan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan dan meregenerasi budaya Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ribuan Penari Bersatu dalam Pertunjukan Kolosal

Budayawan Banyuwangi Suko Prayitno menyebut Gandrung Sewu 2026 melibatkan sekitar 1.100 penari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 900 penari berasal dari Banyuwangi, sedangkan 200 lainnya datang dari berbagai daerah di luar Banyuwangi.

Keterlibatan penari dari luar daerah menunjukkan bahwa tari Gandrung memiliki daya tarik yang melampaui wilayah asalnya. Selain menjadi bagian dari tradisi masyarakat Banyuwangi, kesenian ini juga menarik minat penari dari daerah lain.

“Gandrung sangat diminati masyarakat Banyuwangi, bahkan sekarang ada 200 penari dari luar daerah Banyuwangi,” ujar Suko.

Seluruh penari akan membawakan rangkaian koreografi yang menggambarkan perjalanan cerita. Pertunjukan tersebut mengangkat pesan tentang doa, perjuangan, hingga keikhlasan.

Namun, menyatukan gerakan sekitar 1.100 penari bukanlah pekerjaan sederhana. Setiap peserta perlu menjaga keselarasan gerakan agar seluruh rangkaian koreografi tampil utuh dan mampu menyampaikan cerita kepada penonton.

Setiap tahun, Gandrung Sewu mengangkat tema dan cerita berbeda yang terinspirasi dari kekayaan budaya Banyuwangi. Melalui pendekatan tersebut, festival ini terus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus meneruskan tradisi daerahnya.

Banyuwangi Perkuat Promosi Wisata Budaya

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memandang budaya sebagai salah satu kekuatan utama dalam mengembangkan pariwisata daerah. Selain memiliki potensi alam, Banyuwangi juga menyimpan kekayaan seni dan tradisi yang dapat menarik minat wisatawan.

Karena itu, Gandrung Sewu tidak hanya berfokus pada pertunjukan tari. Festival ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas daerah, sejarah, dan kehidupan budaya masyarakat Banyuwangi kepada khalayak yang lebih luas.

Ipuk berharap festival tersebut dapat memperluas pengenalan Banyuwangi di tingkat internasional. Ia menilai pertunjukan budaya mampu menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal berbagai potensi lain yang tersedia di daerah tersebut.

“Gandrung Sewu ini tidak hanya kita melihat tarian kolosal, tetapi kami juga mempromosikan Banyuwangi di tingkat yang lebih luas lagi, yakni di tingkat internasional. Kami ingin mengenalkan Banyuwangi melalui Gandrung Sewu ini,” kata Ipuk.

Dengan demikian, festival ini memiliki dua tujuan yang saling mendukung. Di satu sisi, penyelenggaraan Gandrung Sewu menjaga keberlanjutan tradisi. Di sisi lain, acara tersebut memperkuat daya saing Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya.

Kolaborasi InJourney Dukung Pengembangan Pariwisata

Dukungan InJourney menjadi bagian penting dalam pengembangan Gandrung Sewu 2026. Direktur Human Capital dan Digital InJourney Herdy Harman menilai kemajuan pariwisata membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Menurut Herdy, ekosistem pariwisata melibatkan banyak unsur. Pengelola bandara, pelaku usaha, penyedia atraksi wisata, serta penyedia akomodasi dan transportasi memiliki peran dalam membangun pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Pengalaman wisatawan tidak hanya bergantung pada atraksi yang mereka kunjungi. Pelayanan, fasilitas pendukung, akses transportasi, dan kenyamanan akomodasi juga ikut membentuk kesan selama perjalanan.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat kualitas pengalaman wisata di Banyuwangi. Kerja sama tersebut juga diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pariwisata.

Direktur Komersial InJourney Airports Veri Y. Setiady turut menyoroti pentingnya hubungan antara konektivitas dan atraksi wisata. Menurutnya, festival budaya dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan dari luar wilayah maupun luar negeri.

“Kami berharap dengan adanya Gandrung Sewu ini membuka jalan untuk konektivitas akan berlangsung untuk lama. Kita lihat Banyuwangi juga menjadi daya tarik buat wisatawan mancanegara, jadi penting sekali untuk menaikkan international connectivity ke Indonesia,” ujar Veri.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa pengembangan destinasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan acara berskala besar. Pemerintah dan pelaku industri juga perlu memperhatikan akses perjalanan serta fasilitas yang menunjang kebutuhan pengunjung.

Gandrung Sewu Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Lokal

Kehadiran wisatawan selama Gandrung Sewu 2026 berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Peningkatan kunjungan dapat membuka peluang usaha bagi pengelola hotel, pelaku kuliner, penyedia transportasi, dan pedagang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, festival berskala besar dapat mendorong wisatawan memperpanjang kunjungan untuk menikmati destinasi lain di Banyuwangi. Mereka dapat mengenal kekayaan alam, kuliner khas, serta berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Meski begitu, manfaat ekonomi tersebut bergantung pada keterlibatan pelaku usaha lokal dan kesiapan layanan pariwisata. Koordinasi antarpihak menjadi penting agar pertumbuhan kunjungan turut membuka kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar.

Bagi wisatawan, Gandrung Sewu 2026 menawarkan kesempatan menikmati seni tradisional dalam suasana yang berbeda. Konsep pertunjukan malam, keterlibatan sekitar 1.100 penari, dan latar Pantai Boom Marina menjadi daya tarik utama festival tahun ini.

Pada akhirnya, Gandrung Sewu diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan. Festival ini juga menjadi ruang pelestarian budaya, sarana promosi pariwisata, dan penggerak ekonomi daerah yang mempertemukan tradisi dengan peluang pengembangan destinasi.

Wisatawan yang berencana berkunjung dapat memperhatikan jadwal rangkaian acara pada 22-24 Oktober 2026, dengan pertunjukan utama pada 24 Oktober. Untuk informasi teknis mengenai akses masuk, tiket, dan ketentuan pengunjung, wisatawan sebaiknya mengikuti pengumuman resmi penyelenggara.

Kategori:
JELAJAHI INDONESIA

Booking Paket Wisata

Sudah punya tujuan liburan? Ceritakan rencana perjalanan Anda dan tim kami akan membantu menyiapkan pilihan yang sesuai.

Booking sekarang
Pantai Karang Bokor di Lebak Tawarkan Pesona Tebing Karang dan Panorama Samudera Hindia

Pantai Karang Bokor di Lebak Tawarkan Pesona Tebing Karang dan Panorama Samudera Hindia

Kunjungi Artikel