delapantour.com – Jakarta, Tim nasional Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-2. Final di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (5/10/2026), berlangsung lebih dari 120 menit dan berakhir imbang 2-2 sebelum penentuan melalui titik penalti.
Gelar ini mengakhiri penantian Indonesia untuk meraih trofi utama di kawasan Asia Tenggara. Garuda juga mematahkan catatan enam kali tampil di final tanpa pernah menjadi juara. Sebelumnya, Indonesia mencapai partai puncak pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.
Indonesia mengambil inisiatif sejak awal
Pelatih John Herdman kembali memakai formasi 3-4-2-1. Thom Haye masuk menggantikan Ivar Jenner, yang memulai laga dari bangku cadangan. Lee Baker menjadi ujung tombak dengan dukungan Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.
Indonesia langsung menekan. Luke Vickery mendapat peluang pada menit ketiga, tetapi kiper Thailand Saranon Anoin memblok tendangannya. Delapan menit kemudian, Baker mengancam, namun Anoin kembali menggagalkan peluang tersebut. Thailand berusaha keluar dari tekanan melalui serangan balik.
Pada babak pertama, Indonesia menguasai bola hingga 68 persen dan mencatat tujuh tembakan, dua di antaranya tepat sasaran. Thailand membuat lima percobaan dengan satu tembakan mengarah ke gawang. Menjelang turun minum, VAR memeriksa kemungkinan penalti untuk Thailand. Wasit tidak menemukan pelanggaran, sehingga skor tetap 0-0.
Gol berbalas setelah turun minum
Herdman mengubah komposisi tim pada awal babak kedua dengan menarik Haye dan memasukkan Dean James. Thailand kemudian tampil lebih agresif. Setelah melewati menit ke-60, Herdman memasukkan Rizky Ridho dan Jenner untuk memperkuat tekanan Indonesia.
Indonesia memecah kebuntuan pada menit ke-84. James mencetak gol lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran. Namun, Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian. Pemain pengganti Iklas Sanron mencetak gol pada menit ke-87 saat lini belakang Indonesia lengah.
Skor 1-1 bertahan hingga tambahan waktu tujuh menit berakhir. Dalam perpanjangan waktu, Thailand lebih banyak bertahan, sementara Indonesia mencoba mencari celah. Herdman memasukkan Egi Maulana Vikri dan Shayne Pattinama untuk menambah daya gedor.
Thailand justru kembali unggul pada menit ke-111 melalui Peeradol Chamratsamee. Tendangannya mengarah ke gawang Emil Audero dan mengubah skor menjadi 2-1. Indonesia merespons lima menit kemudian. Egi melewati lawan dari sisi kanan dan mengirim umpan silang. Setelah kiper Thailand menepis bola, Baker menyambar bola untuk menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-116.
Adu penalti memastikan gelar Indonesia
Kedua tim tidak mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Dalam adu penalti, seluruh eksekutor Indonesia berhasil menjalankan tugasnya. Sebaliknya, dua penendang Thailand gagal menaklukkan Audero. Indonesia pun menang 4-2 dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
Kemenangan atas Thailand juga punya arti khusus setelah Indonesia tiga kali kalah dari tim tersebut dalam final Piala AFF pada 2000, 2002, dan 2016. Kini, gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi skuad asuhan Herdman sekaligus modal menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Indonesia dan Thailand kembali berada dalam satu grup pada turnamen itu. Keduanya masuk Grup F bersama Jepang dan Qatar. Setelah meraih gelar di kawasan Asia Tenggara, Garuda akan menghadapi tantangan berbeda dalam persaingan Piala Asia.



