DelapanTour.comDelapanTour.com
Home / Investasi / Aksi Korporasi BRI Mulai Disiapkan, Laporan Keuangan Ditelaah

Aksi Korporasi BRI Mulai Disiapkan, Laporan Keuangan Ditelaah

Aksi Korporasi BRI Mulai Disiapkan, Laporan Keuangan Ditelaah
Ilustrasi: aksi korporasi BRI

Delapantour.com – Jakarta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menyiapkan aksi korporasi dengan melakukan penelaahan terbatas atau limited review atas laporan keuangan periode 30 September 2026 oleh Akuntan Publik.

BRI menyampaikan penelaahan tersebut dalam rangka rencana aksi korporasi dan/atau pelaksanaan aspirasi pemegang saham. Perseroan juga akan menyampaikan serta mempublikasikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Informasi itu tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Senin, 28 September 2026. Namun, BRI belum mengungkapkan bentuk atau rincian aksi korporasi yang sedang disiapkan.

Penelaahan Laporan Keuangan untuk Aksi Korporasi BRI

Penelaahan laporan keuangan menjadi bagian penting dalam rencana aksi korporasi BRI. Akuntan Publik akan menelaah laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026.

Selanjutnya, bank akan menyampaikan hasil laporan tersebut kepada publik mengikuti ketentuan pasar modal. Langkah ini juga berkaitan dengan pelaksanaan aspirasi pemegang saham yang tercantum dalam keterbukaan informasi perusahaan.

Meski begitu, keterbukaan informasi tersebut belum menjelaskan keputusan akhir, jadwal pelaksanaan, maupun bentuk aksi korporasi. Karena itu, investor masih perlu menunggu pengumuman lanjutan dari perseroan.

Laba BRI Capai Rp34,77 Triliun hingga Agustus 2026

Di sisi kinerja, BRI membukukan laba bersih kumulatif Rp34,77 triliun sepanjang delapan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 6,63% secara tahunan atau year on year (yoy).

Kinerja hingga Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan pada sisi intermediasi. Penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) sama-sama mencatat pertumbuhan secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan BRI, penyaluran kredit meningkat 13,66% menjadi Rp1.446,98 triliun. Pertumbuhan itu sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang mencapai 13,65% hingga Agustus 2026, berdasarkan laporan Bank Indonesia.

Pendapatan Bunga Bersih Meningkat

Selain kredit, kinerja pendapatan bunga juga mengalami perubahan. Pendapatan bunga BRI naik tipis 0,22% secara tahunan menjadi Rp109,66 triliun.

Sementara itu, beban bunga turun 6,70% secara tahunan menjadi Rp32,41 triliun. Penurunan beban tersebut turut menopang peningkatan pendapatan bunga bersih bank.

Pendapatan bunga bersih atau net interest income BRI meningkat 3,44% secara tahunan menjadi Rp77,25 triliun. Dengan demikian, bank mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih di tengah kenaikan kredit yang tetap berjalan.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 12,59%

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga BRI mencapai Rp1.655,84 triliun hingga Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 12,59% secara tahunan.

Pertumbuhan DPK memberikan gambaran bahwa penghimpunan dana nasabah tetap ekspansif. Pada saat yang sama, perseroan terus mencatat pertumbuhan penyaluran kredit dan menjaga kinerja intermediasinya.

Perkembangan kinerja tersebut menjadi konteks menjelang penyampaian laporan keuangan per 30 September 2026. Investor akan mencermati laporan hasil penelaahan serta informasi lanjutan mengenai aksi korporasi BRI.

Sampai informasi tersebut disampaikan secara lebih rinci, pasar masih menunggu penjelasan resmi mengenai langkah yang akan ditempuh perseroan. BRI berkewajiban menyampaikan informasi material sesuai aturan yang berlaku di pasar modal.

Bagikan

Santri Ma’had Jannatun Naim Lampung Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Nasional

Santri Ma’had Jannatun Naim Lampung Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Nasional

Kunjungi Artikel