DelapanTour.com – Wonosobo, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus mengembangkan wisata Gunung Kembang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan. Destinasi pendakian di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ini memiliki potensi alam yang menarik sekaligus membuka peluang usaha bagi warga setempat.
Perhutani menjalankan pengembangan tersebut melalui kemitraan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Binakasih di Desa Damarkasihan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Kolaborasi ini menghubungkan pengelolaan wisata alam dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Pada Rabu (28/10/2026), pengembangan wisata Gunung Kembang kembali menjadi perhatian sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian desa. Kehadiran para pendaki membuka kesempatan bagi warga untuk menjalankan berbagai usaha, mulai dari warung makan hingga jasa pendukung kegiatan pendakian.
Wisata Gunung Kembang Buka Peluang Usaha Warga
Wisata Gunung Kembang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati panorama pegunungan. Aktivitas pendakian juga menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan wisata. Warga dapat memanfaatkan kebutuhan para pengunjung untuk mengembangkan usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi lokal.
Sejumlah usaha yang tumbuh seiring aktivitas wisata meliputi warung makan, kios sembako, penyewaan perlengkapan luar ruang, serta penginapan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh peluang pendapatan melalui jasa porter, layanan parkir, dan penitipan sepeda motor.
Beragam usaha tersebut membentuk rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendaki membutuhkan makanan, perlengkapan, tempat beristirahat, dan layanan pendukung lainnya. Karena itu, meningkatnya aktivitas kunjungan berpotensi memperluas kesempatan warga untuk memperoleh penghasilan.
Namun, manfaat ekonomi wisata tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung. Kualitas pelayanan, kenyamanan pendaki, keamanan perjalanan, serta pengelolaan lingkungan juga berperan dalam menjaga kepercayaan wisatawan. Dengan demikian, pengelola dan masyarakat perlu menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian alam.
Perhutani dan LMDH Binakasih Perkuat Kemitraan
Perhutani KPH Kedu Utara bekerja sama dengan LMDH Binakasih untuk mengelola wisata pendakian Gunung Kembang. Kemitraan ini memberi ruang bagi masyarakat desa sekitar hutan untuk terlibat dalam pengembangan potensi wisata di wilayah mereka.
Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menilai wisata alam memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Melalui kemitraan dengan LMDH, Perhutani ingin memastikan pengelolaan potensi Gunung Kembang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam dan keamanan kawasan hutan.
Menurut Dimyati, kerja sama tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadirkan manfaat kawasan hutan bagi masyarakat. Selain mendorong aktivitas ekonomi, pendekatan kemitraan juga membuka kesempatan bagi warga untuk mengambil peran dalam pengelolaan destinasi wisata.
Di sisi lain, kerja sama ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara konsisten. Pengelola wisata, masyarakat, dan Perhutani perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta keamanan kawasan. Langkah tersebut penting agar kegiatan pendakian dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan fungsi hutan.
Keterlibatan Warga Menjadi Kunci Pengembangan Wisata
Ketua LMDH Binakasih, Iwan, menyampaikan bahwa wisata pendakian Gunung Kembang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang mereka miliki. Warga dapat berpartisipasi melalui penyediaan kebutuhan pendaki maupun layanan pendukung wisata lainnya.
Iwan juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan destinasi tersebut. Partisipasi warga tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi, tetapi juga membantu membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap pengelolaan wisata alam.
Misalnya, pelaku usaha lokal dapat menjaga kebersihan tempat berjualan, memberikan pelayanan yang baik, dan membantu pengunjung memahami pentingnya menjaga lingkungan. Sementara itu, penyedia jasa pendakian dapat mendukung kenyamanan perjalanan melalui pelayanan yang sesuai kebutuhan wisatawan.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dapat memperkuat hubungan antara kegiatan wisata dan kehidupan ekonomi desa. Pendapatan dari usaha lokal berpotensi membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, besarnya manfaat tersebut tetap bergantung pada aktivitas kunjungan, kemampuan usaha, dan pengelolaan wisata secara berkelanjutan.
Kelestarian Hutan Tetap Menjadi Prioritas
Perhutani dan LMDH Binakasih menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari pengembangan wisata Gunung Kembang. Keduanya mendorong pemahaman bahwa keberhasilan destinasi tidak cukup diukur melalui jumlah pendaki yang datang.
Manfaat ekonomi yang masyarakat rasakan serta kondisi lingkungan yang tetap terjaga juga menjadi ukuran penting. Oleh karena itu, pengelolaan wisata perlu memperhatikan keamanan kawasan, kebersihan jalur pendakian, dan perlindungan alam di sekitar destinasi.
Aktivitas wisata yang tidak memperhatikan lingkungan dapat menimbulkan persoalan, seperti penumpukan sampah dan kerusakan vegetasi. Karena itu, pengelola dan pengunjung perlu menjalankan kegiatan pendakian secara bertanggung jawab. Kesadaran bersama akan membantu menjaga daya tarik alam Gunung Kembang dalam jangka panjang.
Selanjutnya, kemitraan yang konsisten dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga fungsi kawasan hutan. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi warga untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
Wisata Alam Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Desa
Pengembangan Gunung Kembang menunjukkan bagaimana wisata alam dapat membuka peluang ekonomi di wilayah pedesaan. Melalui kerja sama antara Perhutani KPH Kedu Utara dan LMDH Binakasih, masyarakat memperoleh ruang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pendakian.
Ke depan, keberlanjutan destinasi ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pengelola, warga, dan pengunjung. Pelayanan wisata yang baik, keamanan pendakian, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik kawasan.
Dengan demikian, pengembangan wisata Gunung Kembang diharapkan tidak hanya mempertahankan pesona alam Wonosobo, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Perhutani bersama LMDH Binakasih berkomitmen melanjutkan kemitraan tersebut dengan memperhatikan manfaat ekonomi, kelestarian alam, dan keamanan kawasan hutan.
