DelapanTour.com – Magelang, Magelang Flower Festival 2026 menghadirkan pameran tanaman hias, pertunjukan seni budaya, promosi UMKM, dan berbagai kegiatan pariwisata di Kota Magelang. Pemerintah Kota Magelang menggelar festival ini pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, festival ini menghadirkan sekitar 43 stan tanaman flora dan fauna. Para peserta tidak hanya berasal dari Magelang, tetapi juga dari sejumlah daerah, seperti Solo, Karanganyar, Malang, Jakarta, dan Yogyakarta. Kehadiran peserta lintas daerah turut memperluas pilihan tanaman hias bagi pengunjung.
Selain pameran, rangkaian acara akan mencapai salah satu agenda unggulan melalui Magelang Ethno Carnival pada Minggu, 1 November 2026. Parade tersebut akan menampilkan berbagai dekorasi bunga dan tanaman hias yang berkeliling kota. Pemerintah berharap perpaduan pameran, hiburan, dan promosi wisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
Magelang Flower Festival 2026 Hadirkan 43 Stan
Damar menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival sejauh ini berjalan dengan baik. Ia melihat banyak pengunjung dari luar kota datang untuk menikmati pameran sekaligus berbelanja produk tanaman hias. Kondisi tersebut menunjukkan peluang festival dalam menggerakkan aktivitas perdagangan lokal.
“Saya rasa ini menjadi hal yang positif. Juga kita melibatkan UMKM juga dan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya,” kata Damar kepada detikJateng di Pendopo Pengabdian, Selasa (27/10/2026). Ia berharap pemerintah dapat terus mengembangkan kegiatan serupa agar Kota Magelang semakin dikenal sebagai tujuan berbagai acara.
Sementara itu, keberagaman peserta memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal tanaman dari berbagai daerah. Para pelaku usaha juga memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon pembeli. Dengan demikian, festival tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga membuka peluang transaksi dan kerja sama antarpelaku usaha.
Enam Agenda Utama Meramaikan Festival
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Indah Dwiantari, menjelaskan bahwa pemerintah mengembangkan festival untuk memperkuat potensi pariwisata, ekonomi kreatif, florikultura, serta seni budaya. Pemerintah juga ingin meningkatkan daya tarik Magelang sebagai destinasi wisata yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing.
Menurut Indah, kegiatan utama berlangsung di Alun-alun Kota Magelang dan sejumlah lokasi pendukung lainnya. Selama delapan hari, penyelenggara menghadirkan enam kelompok kegiatan yang saling melengkapi.
Pertama, pameran dan kegiatan florikultura. Pengunjung dapat melihat bunga dan tanaman hias, kontes anggrek, kontes burung, serta lomba merangkai bunga. Selain itu, kegiatan edukasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal potensi tanaman hias dan peluang usaha di bidang tersebut.
Kedua, pagelaran seni budaya dan musik. Rangkaian acara mencakup pertunjukan seni tradisional, tari, musik, peragaan busana, dan berbagai perlombaan edukatif. Pemerintah daerah berkolaborasi dengan komunitas seni serta unsur masyarakat, termasuk untuk memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ketiga, pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM. Festival menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha melalui stan UMKM, kuliner, tanaman hias, produk kreatif, dan berbagai produk unggulan lainnya. Kesempatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menjangkau konsumen yang lebih luas.
Keempat, promosi pariwisata melalui Magelang City Tour. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang menghadirkan program wisata keliling kota secara gratis. Program ini mendapat dukungan dari komunitas Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Toea Magelang dan Mlaku Magelang.
Kelima, kegiatan partisipatif masyarakat. Panitia menyiapkan senam asri bertema bunga dalam rangka Hari Olahraga Nasional dengan target partisipasi 10.000 orang. Selain itu, rangkaian kegiatan mencakup Z-Hub Run dan berbagai aktivitas florikultura yang mendorong keterlibatan masyarakat.
Keenam, Magelang Ethno Carnival 2026. Agenda unggulan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, pukul 07.00–13.00 WIB. Damar menjelaskan bahwa parade akan menampilkan dekorasi bunga dan tanaman hias yang bergerak mengelilingi kota, termasuk kendaraan hias.
Magelang Ethno Carnival Jadi Agenda Unggulan
Magelang Ethno Carnival menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan memperkuat daya tarik festival. Perpaduan parade, dekorasi bunga, dan unsur budaya menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan. Selain menyaksikan pertunjukan, pengunjung dapat menikmati pameran tanaman hias dan kegiatan pendukung lainnya.
Indah berharap festival ini memberikan manfaat yang melampaui kemeriahan acara. Menurut dia, keberhasilan kegiatan juga perlu terlihat melalui pertumbuhan jejaring kerja sama, peluang usaha baru, apresiasi terhadap seni budaya, serta kebanggaan masyarakat terhadap Kota Magelang.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, dan peserta dari luar daerah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Kerja sama tersebut dapat membantu memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkuat hubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Event Menjadi Strategi Penggerak Ekonomi Lokal
Sekretaris Disporapar Kota Magelang, Yetty Setyaningsih, menjelaskan bahwa pemerintah mengembangkan kegiatan berbasis acara sebagai salah satu strategi menghadapi keterbatasan fiskal daerah. Pemerintah ingin memperkuat posisi Magelang sebagai kota MICE, yaitu kota yang mendukung pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran.
Yetty menegaskan bahwa penyelenggaraan acara bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan pariwisata dan perputaran ekonomi lokal. Namun, kegiatan semacam ini dapat menjadi pemicu awal untuk mendatangkan pengunjung, mendorong belanja, serta menyediakan hiburan bagi masyarakat.
Strategi tersebut juga membuka peluang bagi berbagai sektor usaha untuk memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan. Misalnya, pengunjung yang datang untuk melihat pameran dapat membeli tanaman hias, menikmati kuliner, atau mengunjungi destinasi lain di sekitar kota. Aktivitas itu berpotensi memperluas dampak ekonomi di luar lokasi festival.
Meski begitu, dampak jangka panjang tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pengelolaan acara, promosi destinasi, kualitas layanan, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk menjaga minat wisatawan terhadap Kota Magelang.
Stan Anggrek Menarik Minat Pengunjung
Antusiasme pengunjung turut dirasakan peserta pameran, termasuk Kebun Anggrek Zilquin Pesona Bunga dari Tawangmangu. Stan tersebut membawa anggrek bulan dan anggrek dendrobium untuk menarik perhatian pencinta tanaman hias.
Sabani (22), penjaga stan, mengatakan bahwa jumlah pengunjung selama tiga hari pertama, yakni Minggu, Senin, dan Selasa, cukup ramai. Ia mengaku terkesan dengan respons masyarakat terhadap pameran tersebut. Transaksi penjualan pun berjalan cukup baik menurut pengalamannya selama menjaga stan.
“Kami bawa 500. Yang terjual sudah lumayan,” ujar Sabani. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya menutup tanaman dengan paranet ketika meninggalkan stan. Menurut pengalamannya, kondisi stan tetap aman saat ia kembali dan tidak ada barang yang berantakan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pameran dapat mempertemukan penjual tanaman dengan calon pembeli secara langsung. Selain membantu transaksi, interaksi di stan juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal jenis anggrek dan memperoleh informasi mengenai tanaman yang mereka minati.
Pengunjung Berharap Stan UMKM Bertambah
Finda (35), warga Jurangombo Selatan, Kota Magelang, mengaku tertarik mengunjungi festival karena acara seperti ini masih jarang ia temui. Ia datang untuk mengenal berbagai jenis bunga, terutama anggrek, sekaligus melihat tanaman lain yang tampil dalam pameran.
“Saya sekalian pengen tahu bunga-bunga anggrek, jenis anggrek dan bukan cuman anggrek saja. Ini menarik sekali karena jarang ada acara kayak gini,” ujar Finda. Ia berharap penyelenggara dapat menambah jumlah stan UMKM pada penyelenggaraan berikutnya.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperluas kesempatan promosi bagi pelaku usaha lokal. Semakin beragam produk yang hadir, semakin besar pula pilihan pengunjung untuk berbelanja dan menikmati kegiatan festival.
Pada akhirnya, Magelang Flower Festival 2026 menjadi ruang pertemuan antara pariwisata, florikultura, seni budaya, dan usaha masyarakat. Melalui pameran serta Magelang Ethno Carnival, Pemerintah Kota Magelang berharap kunjungan wisatawan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat daya tarik kota sebagai destinasi berbagai kegiatan.
