delapantour.com – Jakarta, Mitsubishi Pajero terbaru dan Ford Everest sama-sama merupakan SUV tujuh penumpang dengan sasis body-on-frame. Namun, keduanya mengambil pendekatan berbeda: Pajero menawarkan tiga varian dengan mesin diesel tunggal, sementara Everest menyediakan lima varian, beberapa pilihan sistem penggerak, dan mesin bensin berdaya 300 tenaga kuda.
Pajero generasi baru diperkirakan meluncur di Thailand pada 19 Oktober dengan pilihan GLS 2WD, GSR 2WD, dan Super Exceed 4WD. Sementara itu, Ford Everest 2026 di Vietnam hadir dalam lima varian. Harga model Everest tersebut berkisar dari 1,129 miliar hingga 1,629 miliar VND.
Perbedaan utama kedua SUV ini tidak hanya terlihat pada jumlah varian. Mesin, fitur penggerak, kelengkapan kabin, serta rentang harga juga membentuk pilihan yang ditawarkan kepada calon pembeli.
Mitsubishi Pajero terbaru memakai satu pilihan mesin
Ketiga varian Pajero terbaru menggunakan mesin diesel turbo 2,4 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 204 tenaga kuda dan torsi 480 Nm, yang dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Jadi, pembeda utama antara GLS, GSR, dan Super Exceed bukan pilihan mesin, melainkan konfigurasi penggeraknya.
GLS dan GSR menggunakan penggerak roda belakang atau 2WD. Pada Super Exceed, Pajero beralih ke sistem penggerak semua roda S-AWC. Susunan ini membuat jajaran Pajero relatif ringkas: konsumen memilih antara tiga tingkat varian dan dua konfigurasi penggerak, tanpa opsi mesin lain dalam informasi yang tersedia.
Everest memiliki susunan yang lebih beragam. Varian Active, Sport, dan Platinum memakai mesin diesel 2,0 liter dengan transmisi otomatis 10 percepatan. Sementara itu, Platinum+ menggunakan mesin bensin EcoBoost 2,3 liter yang menghasilkan 300 tenaga kuda dan torsi 446 Nm, serta dilengkapi penggerak 4×4.
Pada varian teratas, mesin bensin Everest memiliki tenaga 96 tenaga kuda lebih besar daripada Pajero. Sebaliknya, torsi Pajero lebih tinggi 34 Nm dibandingkan mesin bensin Everest. Perbandingan ini menunjukkan perbedaan karakter angka performa, tetapi pilihan mesin menjadi pembeda yang lebih luas: Pajero hanya menawarkan diesel 2,4 liter, sedangkan Everest menyediakan diesel dan bensin.
Sistem penggerak menjadi pembeda kemampuan off-road
Dari sisi jarak ke tanah, selisih kedua model tergolong kecil. Pajero memiliki ground clearance 230 mm, sedangkan Everest 228 mm. Perbedaannya hanya 2 mm, sehingga angka tersebut bukan pembeda utama dalam spesifikasi yang disampaikan.
Pajero mencatat sudut pendekatan 30,4 derajat, sudut kemiringan 22,6 derajat, dan sudut keberangkatan 25,8 derajat. Fitur yang menonjol terdapat pada Super Exceed, yakni sistem S-AWC dengan mode 2H, 4H, 4HLC, dan 4LLC.
Selain pengaturan penggerak itu, Pajero menyediakan tujuh mode berkendara: Eco, Normal, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Pengemudi dapat menyesuaikan pengaturan kendaraan dengan jenis permukaan melalui pilihan tersebut. Kombinasi S-AWC dan mode berkendara menjadi bagian penting dari pendekatan off-road varian tertinggi Pajero.
Everest juga menawarkan penggerak 4×4 pada varian tertentu. Platinum tersedia dalam konfigurasi 4×2 maupun 4×4, sedangkan Platinum+ menggunakan penggerak semua roda. Dengan demikian, pilihan penggerak Everest tersebar pada lebih dari satu konfigurasi varian, sementara S-AWC Pajero disebut khusus pada Super Exceed.
Keduanya sama-sama memiliki opsi penggerak semua roda, tetapi cara penawarannya berbeda. Pajero menonjolkan sistem S-AWC dengan sejumlah mode untuk beragam permukaan. Everest memberi pilihan 4×2 dan 4×4 pada lini varian yang berbeda. Jarak ke tanah keduanya hampir setara, sedangkan variasi sistem penggerak menjadi aspek yang lebih membedakan.
Layar dan fitur kabin hadir dalam tingkatan berbeda
Pajero terbaru dibekali panel instrumen digital 12,3 inci dan layar infotainment dengan ukuran serupa mulai dari varian GLS. Sistemnya mendukung Apple CarPlay, Android Auto nirkabel, serta pengisian daya telepon nirkabel. Artinya, dua layar berukuran 12,3 inci sudah tersedia sejak varian terendah yang disebutkan.
Ford Everest menggunakan layar tengah 12 inci dengan sistem SYNC 4A di seluruh jajaran produknya. Namun, kelengkapan kendaraan dibagi menurut tingkatan Active, Sport, Platinum, dan Platinum+. Pada level yang lebih tinggi, perlengkapan kedua SUV disebut cukup mirip, meski masing-masing memiliki rincian fitur tersendiri.
Pajero Super Exceed dilengkapi sunroof panoramik, jok kulit Semi-Aniline berventilasi, kaca spion digital, dan sistem audio Yamaha dengan 12 speaker. Sementara itu, Everest Platinum+ menawarkan jok dengan pengaturan elektrik dan fungsi memori, ventilasi, serta sistem audio Bang & Olufsen dengan 12 speaker.
Perbedaan pendekatan terlihat pada sebaran perlengkapan. Pajero menyediakan dua layar 12,3 inci sejak GLS, sedangkan Everest membagi fitur dalam beberapa tingkatan varian. Untuk membandingkan kelengkapan secara langsung, calon pembeli perlu melihat varian yang setara, terutama karena sejumlah fitur yang disebutkan melekat pada model tertinggi masing-masing.
Perkiraan harga Pajero berada di antara varian Everest
Mitsubishi belum mengumumkan harga resmi Pajero terbaru. Sejumlah sumber di Thailand memperkirakan banderolnya berada di antara 1,6 juta dan 1,9 juta baht, setara sekitar 1,23 miliar hingga 1,47 miliar VND. Angka tersebut masih berupa perkiraan, bukan harga resmi peluncuran.
Jika kisaran itu dipertahankan saat penjualan komersial, posisi harga Pajero akan berada di rentang varian Everest Sport dan Platinum di Vietnam. Everest Active dibanderol 1,129 miliar VND, Sport 1,209 miliar VND, Platinum 4×2 1,335 miliar VND, dan Platinum 4×4 1,440 miliar VND. Adapun Platinum+ bermesin bensin 2,3 liter berharga 1,629 miliar VND.
Rentang harga Everest mencapai sekitar 500 juta VND dari varian termurah hingga termahal. Jumlah varian yang lebih banyak berjalan seiring dengan pilihan mesin dan sistem penggerak yang lebih beragam. Sebaliknya, Pajero menawarkan tiga varian dengan mesin diesel 2,4 liter yang sama, sedangkan perbedaan pentingnya terletak pada perlengkapan dan sistem penggerak.
Dengan spesifikasi yang saat ini diketahui, Pajero terbaru membawa torsi 480 Nm dan S-AWC pada Super Exceed. Everest menjawab dengan lima varian, pilihan penggerak 4×2 atau 4×4, serta mesin bensin 300 tenaga kuda pada Platinum+. Jadi, keduanya menawarkan arah produk berbeda: Pajero berfokus pada susunan varian yang lebih sederhana dan fitur penggerak off-road, sedangkan Everest memberi lebih banyak kombinasi mesin, penggerak, dan harga.



